Oklusi dan artikulasi

Oklusi adalah kontaknya permukaan oklusal gigi rahang aras dengan permukaan oklusal gigi rahang bawah.

Disebut Oklusi sentrik karena pada waktunya siklus fungsi pengunyahan, perpindahan dari oklusi yang satu ke pklusi yang lain (artikulasi) , selalu diawali dan diakhiri dengan oklusi sentrik

Untuk oklusi sentrik ang ideal, processus condylaris terletak pada posisi paling belakan dalam fosa glenoidalis

  • Oklusi lateral kanan/kiri

Oklusi ini terjadi pada waktu mandibula melakukan gerakan penyamping ke kanan atau ke kiri. Waktu melakukannya gerakan menyamping kanan, sisi kanan merupakan sisi kerja dan sisi kiri merupakan sisi pengimbang (balancing side).

Relasi sentrikĀ  menentukan hubungan rahang untuk gigi yang sudah ompong

  • Oklusi protusif

Terjadi waktu mandibula dimajukan ke anterior, sampai terjadi kontak antara bidang insisal/gigi anterior rahang bawah terhadap bidang insisal gigi anterior rahang atas

Pada gigi kodrat posterior dapat terjadi/ tidak terjadi kontak antara tonjolan gigi rahang bawah terhadap tonjolah gigi rahang atas sedangkan pada pembuatan gigi tiruan, untuk mencapai stabilitas di daerah posterior juga harus terjadi kontak gigi.

Artikulasi

Artikulasi merupakan hubungan dinamis antara rahang bawah terhadap rahang atas, yaituhubungan dinamis perpindahan dari satu gigi ke oklusi yang lain, atau dari relasi mandibula ke relasi mandibula lainnya.

Hubungan antara rahang bawah dan rahang atas yang ideal adalah bila relasi sentrik sama dengan oklusi sentrik, atau antara kedua posisi rahang tersebut dapat dilakukan dengan gerakan yang lancar tanpa terjadi sangkutan.

Konsep oklusi normal ideal

Menurut anggle: suatu konsep oklusi normal yang diterapkan dibidang ortodonti. Maksudnya.. membenarkan adanya hubungan morfologi yang tetap sebagai standar ideal antara gigi-gigi di rahang atas dengan gigi-gigi di rahang bawah

Konsep oklusi normal

Disebut normal jika fungsi-fungsi gigi-gigi dapat digunakan secara rfisien dan jaringan lunak dapat dipertahankan kesehatannya. Jadi oklusi normal tidak menentukan hubungan yang tetap antara gigi-gigi rahang bawah terhadap gigi rahang atas seperti pada konsep oklusi normal ideal.

Konsep oklusi berimbang


Ialah suatu konsep oklusi yang sesuai dengan prinsipp keseimbangan. Prinsip keseimbangan ini dapat dicapai apabila pada setiap terjadi oklusi selalu terjadi kontak oklusal pada gigi disisi yang berlawanan.

Jadi bila disisi kiri terjadi kontak, di sisi kanan pun harus terjadi kontak.

Dimensi vertikal


Merupakan relasi rahang bawah terhadap rahang atas dalam arah vertikal .

Ada 3 macam ukuran vertikal hubungan rahang:

  • Tinggi vertikal (vertical height)

Ialah hubungan/jarak vertikal antara rahang bawah terhadap rahang atas pada waktu oklusi sentrik

  • Posisi istirahat fisiologis (physiological rest position)

Hubungan/jarak vertikal antara rahang bawah terhadap rahang atas pada waktu otot-otot dalam keadaan istirahat (rest)

  • Ruang bebas (free way spacer inter occlusal distance)

Jarak antara bidang oklusal gigi rahang bawah terhadap bidang oklusal gigi rahang atas

Menurut penelitian jarak tersebut yaitu 3-5mm.

Titik orientasi

  • Titik nasion

Titik pada bagian apex batang hidung yaitu pada bagian pertemuan antara sutura frontonasalis dengan garis median.

  • Titik subnasion

Titik pada garis median yang terletak tepat di bawah batang hidung pada tempat berakhirnya septum nasalis

  • Titik porion

Titik pada tenjgah tpi atas lubang telinga luar

  • Titik orbital

Titik terendah pada margin orbita

  • Titik gnation

Titik paling bawah dan paling luar pada dagu

  • Titik gonion

Titik pada sudut mandibula yang terletak paling bawah, paling lateral, dan paling posterior

Garis orientasi

  • Garis kamfer

Garis yang ditarik dari alanasi ke porion. Garis ini kira-kira sejajar dengan bidang oklusal. Pembuatan tanggul gigi (bite rim) pada gigi tiruan penuh mengikuti ngaris kamfer

  • Garis pupil

Garis yang ditarik melalui mata ppupil mata kiri dan pupil mata kanan. Garis ini digunakan untuk menentukan garis horisontal pada bidang frontal. Garis pupil ini digunakan sebagai patokan untuk menentukan agar garis insisal (gigi anterior) letaknya horisontal

  • High lip line

Garis yang ditarik melalui tepi bawah bibir atas pada saat tersenyum. Garis ini digunakan untuk menentukan letak garis (cervikal gigi anterior) yaitu harus diletakansedikit diatas HLL membereskan pada bite rim, di bagian posterior, dan digunakan sebagai patokan untuk pemilihan dan penyussunan gigi buatan anterior

  • Low lip line (LLL)

Garis yang ditarik melalui tepi bawah bibir atas pada saat istirahat. Garis ini digunakan untuk menentukan letak garis insisal, yaitu terletak kurang lebih 2mm di bawah LLL. Dengan menggunakan HLL dan LLL maka arah dan posisi garis insisal dapa ditentukan

  • Garis sihung (caninus line)

Garis yang melalui tepi atas gigi kaninus atas

  • Garis median

Garis yang membagi muka menjadi 2 bagian yang sama

About these ads